Jakarta – Hari ini, 25 November 2021 Indonesia kembali memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Di mana momentum sakral ini selalu kita rayakan bersama oleh para Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Kepala SDN Jatinegara Kaum 14 Jakarta Teti Surtikah menuturkan, HGN bukan hanya ajang kegiatan seremonial saja.

“Saya sampaikan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SDN Jatinegara Kaum 14 bahwa kita semua harus menyikapi Hari Guru Nasional pada tahun ini dengan Refleksi untuk kita para Pendidik dan Tenaga Kependidikan melaksanakan kegiatan saling berbagi terhadap warga sekitar, pondok pesantren, dan panti asuhan,” pungkas Teti, Kamis (25/11) di Jakarta.

Teti juga mengatakan, tujuan dari kegiatan ini merupakan refleksi sebagai pendidik yang harus mampu menjadi role model terhadap perkembangan zaman yang pesat dengan melakukan hal-hal sederhana yang berdampak luas sejak di Sekolah Dasar.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter hadir dengan pertimbangan bahwa dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

“Karena sejatinya dalam struktur sosial Indonesia modern, Guru menempati posisi penting di masyarakat, sehingga berkembang jargon, Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Begitu pentingnya guru sejak tahun 1994, setiap 25 November Indonesia memperingati hari Guru,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Teti Surtikah selaku Kepala SDN Jatinegara Kaum 14 mengajak kepada seluruh elemen pendidik maupun tenaga kependidikan di Indonesia agar memberikan bekal pengetahuan yang lebih modern dan menerapkan strategi pembelajaran di ruang kelas yang relevan dengan perkembangan zaman yang pesat ini untuk sebagai manifestasi peserta didik yang unggul dalam segi pedagogik maupun soft skill agar dapat mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman dimasa yang akan datang. Untuk menghadirkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

 45 total views,  3 views today