Oleh:

A.Kosasih

Persoalan pendidikan hakikatnya adalah persoalan masa depan, generasi penerus dan peradaban sebuah bangsa. Tidak ada satu pun bangsa ingin punah karena memiliki generasi penerus yang tidak baik. Karena itu, untuk kelangsungan eksistinsi sebuah bangsa tumpuanya adalah pada pendidikan.

Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa yang berperadaban maju hanyalah mereka yang serius mengelola pendidikan. Bagi mereka, pendidikan diatas segalanya dan dihayati sebagai hajat semua anggota masyarakat. Karena merupakan hajat bersama, maka semua bersinegi membangun pendidikan yang baik sehingga melahirkan lulusan yang berkualitas. Begitu penting misi yang di embannya, pendidikan tidak bisa dijalankan seenaknya, apalagi hanya untuk mengejar kepentingan sesaat, seperti sekadar lulus Ujian Nasional dengan nilai tinggi, masukperguruan tinggi, menang olimpiade ini dan itu, meraih gelar, bretaraf internasional dan sebagainya.

Di atas semua itu, pendidikan adalah proses pemanusiaan secara utuh, meliputi aspek jiwa, intelektual, emosi, hingga spiritualnya. Lebih dari itu, pendidikan juga merupakan praktik untuk menjadikan peserta didik bagian dari masyarakat, bangsa dan negara, sehingga lahir sikap cinta tanah air. Ringkasnya pendidikan adalah proyek kemanusiaan terus menerus dan tidak pernah berakhir sepanjang bangsa itu ada.

Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki warga negara bangsa Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilai-nilai yang mendasari suatu kebajikan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga negara.

Pengembangan materi pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa seperti sikap empati, rasa handarbeni, dijadikan sebagai dasar bagi tindakan dalam prilaku kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awal yang mutlak untuk keberhasilan pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.

Proses pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proses belajar aktif. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif oleh peserta didik (dirinya sebagai subyek yang akan menerima kemudian menjadikan nilai sebagai miliknya dan menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiaptindakan).

Satu pepatah mengatakan satu teladan lebih bijaksana dibanding seribu nasehat, yang hendaknya kita tulis didpean meja kerja masing-masing sebagai ingatan dan peringatan kita untuk bertindak, sehingga kata-kata bijak itu tidak hanya berfungsi sebagai pajangan indah di tempat-tempat umum yang strategis. Artinya, pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial, budaya masyarakat dan budaya bangsa.

Pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan.

Gerakan Pramuka dan Pendidikan Krakter
Pendidian karakter memang harus dilakukan sejak dini, menanamkan nilai karakter budaya pendidikan, bahkan sejak dalam usia dini yang menurut pada ahli berada pada usia lahir hingga 6 (enam) tahun, atau bisa disebut masa keemasan (the golden age). Masa ini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak, sekaligus masa kritis yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Itu sebabnya pendidikan karakter akan lebih tepat apabila dilakukan sejak dalam Pendidikan Usia Dini.

Berbagai aktifitas yang menyenangkan dan menarik dapat menjadi bagian dari cara Gerakan Pramuka untuk membentuk karakter diri individu.

Pendidikan kepramukaan merupakan proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan diluar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK dan MK) yang sasaran akhirnya pembentukan watak.
Pendidikan dalam Gerakan Pramuka adalah proses pendidikan sepanjang hayat yang berkesinambungan dengan sasaran menjadi manusia bertaqwa, berbudi pekerti luhur, mandiri, memiliki kepedulian tinggi terhadap nusa bangsa, masyarakat dan lingkungannya, alam seisinya, bertanggung jawab serta berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.

Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler disekolah (dalam kurikulum 2013 menjadi ekstrakurikuler wajib), sangat relevan dengan pendidikan karakter bangsa karena Gerakan Pramuka adalah Gerakan (lembaga) yang mengunakan prinsip dasar pendidikan dalam arti luas bertumpu pada empat sendi atau soko guru yaitu:
Belajar mengetahui (learning to know)
Belajar bebuat (learning to do)
Belajar hidup bermasyarakat (learning to live together)
Belajar untuk mengabdi (learning to serve
Terbukti dengan kesamaan nilai-nilai pendidikan karakter dan nilai-nilai Dasa Dharma. Sehingga sangat tepat bila pemerintah serius lewat Pramuka, pendidikan karakter anak bangsa dapat dibentuk terbukti dengan disahkan Undang-undang RI No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka mengawali pendidikan pada usia peserta didik 7 tahun hingga 25 tahun dengan sebutan anggota muda, yang dibagi dalam golongan Pramuka Siaga (7-10), Pramuka Penggalang (11-15), PramukaPenegak (16-20), Pramuka Pandega (21-25).

Pembagian golongan berdasarkan perkembangan dan karakteristik baik fisik maupun psikis, sedangkan pada usia dewasa dimulai dari pendamping pembina ditempuh melalui KMD (Kursus Mahir Dasar), Pembina (Kursus Mahis Lanjutan), Pendamping Pelatih (Kursus Pelatih Dasar), Pelatih (Kursus Pelatih Lanjutan).

Kenapa disebut pendidikan sepanjang hayat? Karena setiap jenjang dari usia peserta didik, pembina sampai pelatih pembina, pendidikannya selalu berkesinambungan dan tidak pernah berhenti, pengembangan nilai karakter pada peserta didik. Pembina maupun pelatih secara terus menerus dalam wadah latihan atau temu pembina yang di dalamnya selalu mengedepankan pendidikan karakter, yang tentunya akan memberikan efek baik pada saat pembina melaksanakan pembelajaran pada peserta didik.Berikut ini nilai-nilai pendidikan karakter, relegius, jujur, toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokrasi, Rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat dan Komunikatif, Cinta damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial dan Tanggung jawab.

Sedangkan nilai-nilai dalam Dasa Darma Pramuka meliputi, Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa; Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia; Patriot yang Sopan dan Kesatria; Patuh dan Suka Bermusyawarah; Rela Menolong dan Tabah; Rajin Terampil dan Gembira; Hemat, cermat dan bersahaja; Disiplin berani dan setia; Bertangung jawab dan dapat dipercaya; Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

Jika kita baca bersama makna nilai pendidikan karakter dan Dasa Darma Pramuka sangat singkron dan relevan, maka patut menjadi sebuah pemikiran dan renungan bersama masyarakat, pendidik, orang tua dan pemerintah bahwa sejatinya Pramuka adalah sebuah solusi bersama menjawab problem bangsa, bahwa bangsa punya penopang yaitu Pramuka, bahwa Negara punya solusi pendidikan karakter adalah Pramuka.

Jika kelak semua siswa-siswi menjadi anggota Gerakan Pramuka kemudian memahami, mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari isi dari Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, Insya Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, jujur, menghargai, cinta tanah air, bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa dan negara.

Dan pada setiap tanggal 14 pemerintah daerah sudah menetapkan seluruh pegawai pemda, ASN, perangkat Desa Kecamatan wajib menggunakan seragam Pramuka. Ini salah satu bentuk kepedulian pimpnan daerah terhadap Gerakan Pramuka.
Selamat Memandu………….Terdepan Bergerak
Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana Covid-19 dan Bela Negara

Loading