Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha produktif yang dimiliki individu maupun badan usaha yang memenuhi kriteria sesuai dalam peraturan perundang-undangan No. 20 tahun 2008.

UMKM dibedakan kedalam beberapa varian meliputi usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah.

Permodalan yang kuat menjadi sebuah masalah sekaligus tantangan bagi UMKM dalam menjalankan usahanya.

Karena fakta di lapangan banyak pengusaha kecil dan menengah sudah gulung tikar akibat lemahnya permodalan sampai terlilit hutang yang tidak sedikit.

Problematika ini ditanggapi oleh Darda Dhamara selaku Direktur Koperasi Galang Visi Nusantara (GVN).

“Banyak pengusaha kecil dan menengah gagal dalam usahanya, ini dikarenakan permodalan yang mereka terima malah mengganggu perputaran uang dalam usaha, sehingga pendapatan lebih kecil dibanding pengembalian modal yang diterima tadi”

Pelaku UMKM sangat membutuhkan pihak pemodal yang bisa membantu usahanya tumbuh dan berkembang.

Namun sayangnya saat pelaku UMKM membutuhkan modal untuk usahanya, hanya sosok rentenir yang paling dekat dan cepat memberikan pinjaman.

“Inilah alasan kenapa koperasi Galang Visi Nusantara konsen terhadap UMKM, hampir 70% anggota kami adalah pelaku usaha kecil dan menengah”, tutur Darda.

Lebih jauh, Darda juga menyatakan bahwa  koperasi GVN ingin para pelaku UMKM terbebas dari praktik ribawi,s ehingga bisa mengembangkan usahanya dan menjauhi kebangkrutan.

Menurut Darda, rentenir sangat faham kebutuhan permodalan pengusaha kecil.

Melalui Koperasi GVN, Darda terjun langsung untuk memahami secara mendalam kebutuhan pelaku usaha tersebut walaupun menurut pengakuannya, koperasi mereka disalahartikan sebagai bank keliling.

Koperasi Galang Visi Nusantara mulai beroperasi pada tanggal 25 Juni 2019, memiliki total aset per Februari 2020 sebesar 1,5 miliar rupiah.

Tujuh bulan berjalan koperasi GVN sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pertama dengan jumlah anggota saat ini mencapai 531 orang dan 882 orang calon anggota.

“koperasi harus selalu hadir ditengah-tengah UMKM dan terlibat dalam pertumbuhan usahanya. Dihari ulang tahun koperasi kami bulan juni 2020, kami meresmikan unit baru yaitu unit konsumsi dengan produk pertama Beas Bogor hasil dari petani dan sawah asli Bogor”, ungkapnya.

Tidak hanya itu, Darda juga menyampaikan bahwa kedepan koperasi Galang Visi Nusantara akan membuat galeri UMKM yang isinya hasil karya orang Bogor.

“Akan kita buat galeri UMKM untuk memasarkan produksi kreatif orang Bogor baik anggota koperasi kami ataupun yang belum menjadi anggota” tambahnya.

 141 total views,  3 views today