“Saya ambil datanya KPU, itu yBOGOR, VISINEWS. NET -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan penandatanganan kerjasama MoU dengan KPU RI terkait penyerahan akses data pemilih untuk program vaksinasi COVID-19. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut Kemenkes memakai data pemilih KPU RI itu sebab dirasa paling update.

Kerja sama ini dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 dan penyerahan akses data pemilih untuk program Vaksinasi Nasional.

“Bagaimana kita memastikan nama, alamat tanggal lahir dan segala macam informasi yang tidak ada di Kemenkes adalah data yang benar, dan data yang terkini. Karena nama, alamat, tanggal lahir ada di perbankan, ada di data pajak, ada di data KPK, KPU, di Dukcapil dan ada mungkin di 100 lebih kementerian/lembaga,” kata Budi Gunadi dalam acara yang disiarkan virtual di YouTube KPU RI, Selasa (2/3/2021).

Budi Gunadi mengatakan pemakaian data pemilih KPU dilakukan karena diyakini paling update karena baru saja dilakukan Pilkada 2020. Meski Dukcapil juga memiliki database nama, NIK, dan tanggal lahir tetapi tidak dijamin data terbarunya misalnya terkait domisili dan status kematian.

” kerja di Jakarta masih dekat, banyak orang Bandung kerja di Jakarta, banyak orang Yogya yang kerja di Jakarta. Jadi jatahnya di kasih ke Yogja begitu mau disuntik mereka ngomel karena tinggal di Jakarta kok disuruh pulang ke Yogja naik pesawat bayar tiket mahal. Itu adalah contoh problem pertama karena data tidak update,” ujarnya.

Alasan lainnya misalnya database Kemenkes bersifat dinamis, yang paling update adalah data BPJS Kesehatan. Dengan begitu, Budi Gunadi meminta jajarannya untuk mengecek database di instansi lain sesuai kebutuhannya.

“Kami bekerja keras untuk bisa mengatasi itu bisa teratasi kalau bisa bekerjasama. Kalau data ini ke Kemendagri kalau kurang lengkap ke KPU, kalau data keuangan ke Kemensos atau ke Kemenkeu sehingga kita hanya konsentrasi ke data yang kita kelola yaitu data kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Budi juga menyebut sudah kapok menggunakan data Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Saya akan perbaiki strategi vaksinasinya supaya tidak salah atau bagaimana. Saya sudah kapok, saya tidak mau lagi memakai data Kemenkes,” ujar Budi dikutip dari acara “Vaksin dan Kita” yang diselenggarakan Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, yang ditayangkan kanal YouTube PRMN SuCi, Jumat (22/1/2021).

 63 total views,  3 views today