Bogor – Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Bogor Raya menggelar diskusi publik dengan tema “Menggugat Para Intelektual Lokal: Desa sebagai Pilar Dasar Pembangunan Daerah” secara virtual pada Jum’at (26/11).

Dalam diskusi tersebut hadir para pengurus DEEP Bogor Raya dan para koordinator kecamatan.

Koordinator DEEP Bogor Raya Yudi Septian menjelaskan anggaran pemerintah desa hari ini harus transparan kepada publik.

“Pemdes harus mulai meningkatkan transparansi anggarannya kepada publik. Misalkan dengan membuat spanduk di setiap wilayah RW terkait penggunaan anggaran desa. Hal ini sudah dilakukan oleh salah satu desa yang ada di Bali,” tandas Yudi, Jum’at (26/11).

Yudi juga berpesan kepada para pemuda untuk sadar terhadap realisasi program yang ada di desanya masing-masing. Pemuda harus kritis terhadap transparansi penyerapan anggaran desa.

Sementara itu, akademisi Ramdan Nugraha menjelaskan, hari ini SDM di desa-desa, pemuda yang bergelar sarjana sudah cukup banyak untuk membangkitkan semangat pembangunan di setiap desanya. Apalagi sekarang ada program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) di Kabupaten Bogor.

“Melalui program Samisade, harusnya pemerintah desa bisa lebih mengoptimalkan SDM yang sudah terbentuk di wilayahnya masing-masing. Kekuatan SDM ini sangat penting untuk menopang pembangunan di Desa,” tuturnya saat menyampaikan argumennya, Jum’at (26/11).

Menurutnya, anggaran samisade sangat bisa mendukung pembangunan desa. Tapi problemnya saat ini adalah samisade baru difokuskan untuk infrastruktur fisik saja.

“Mulai ke depan program samisade harus juga direalisasikan dalam bentuk non-fisik/non-infrastruktur. Pengembangan SDM dan wadahnya itu juga penting,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Bumdes Sukarasa Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor Hendra menyebutkan, memang betul hari ini anggaran samisade masih fokus pada pembangunan fisik seperti perbaikan/pembangunan jalan di wilayah desa.

Hendra berpendapat, selain samisade, Bumdes juga hadir untuk membantu pembangunan desa.

“Bumdes ada untuk membantu mengembangkan potensi yang ada demi kemajuan desa. Khususnya dari segi ekonomi,” pungkas Hendra.

Dirinya menyampaikan, para pemuda desa harus bisa menjalin koordinasi dengan Bumdes yang ada di desanya untuk mengetahui dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa.

 39 total views,  3 views today